Kategori
Uncategorized

Menjadi Alat Kristus

Ditulis Oleh : Dellis Zai

.

.

.

.

Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 9 : 1-19a

.

.

.

.

Kis. 9:15

Tetapi Firman Tuhan “pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang -orang Israel.

.

.

.

.

Setiap orang yang percaya kepada Kristus  pasti ia menjadi alat dalam mengikut Kristus. Tetapi dalam menjadi alat harus rela berkorban untuk memberikan dirinya sebagai alat dalam untuk orang lain bukan hanya dalam gereja, di luar juga.  Menurut KBBI menjadi alat Yaitu benda yang dipakai untuk mengerjakan segala sesuatu.

Dalam menjadi alat Kristus  merupakan hal yang tidak asing lagi dalam kehidupan kita sebagai orang yang percaya kepada-Nya. Memang dalam menjadi alat Kristus itu, tidak semudah yang kita pikirkan atau segampang membalikan telapak tangan untuk menjadi alat-Nya. Kalau kita lihat dalam konteks pembacaan kita, bagaiaman kehidupan Rasul Paulus sebelum ia menjadi alat Kristus walaupun latar belakang dia seorang pengaiaya Yesus atau murid Yesus.

Untuk menjadi alat kristus ada banyak 3 point yang perlu kita terapkan daln kehidupan kita sebagai orang yang percaya.

.

.

  1.  Rela menderita dengan kristus
    .
    Semua manusia pasti tidak mau menderita . Namun, dalam Thema kita merupakan sebuah hal yang mengajak kita untuk menderita dengan kristus. Memang jelas dalam mengikuti kristus banyak hal yang kita hadapai, seperti cobaan, masalah, dll. Tetapi, untuk menjadi alat kristus harus rela menderita, penderitaan yang kita alami jangan pernah mengatakan ini cobaan dari Tuhan. Tuhan tidak pernah memberikan cobaan kepada setiap orang yang mau mengikuti dia, namun bagaimana kita harus sedia dalam menjadi alat-Nya.
    .
    .
  2. Menjadi alat yang setia

    Dalam menjadi alat yang setia, merupakan sebuah hal yang perlu kita terapkan dalam kehidupan kita maupun dalam diri orang lain. Bagaimana kita harus setia menjadi alatnya untuk memberitakan kerajaan-Nya ditengah-tengah banyak orang ada banyak orang Kristen zaman sekarang mereka percaya kepada Kristus, tetapi mereka tidak mau menjadi alat yang setia atau menjadi berkat kepada orang lain. Namun, kita sebagai orang percaya harus meneladai sikap kristus didalam kehidupan kita, baik kepada orang lain, maupun kepada sekitar kita.
    .
    .
  3. Melayani Tuhan dengan kesungguhan hati

    Artinya harus sungguh-sungguh untuk menjadi alat-Nya dimanapun kita melayani (Kol 3:23) ayat ini merupakan sebuah penguatkan kita dalam melayani Dia. Janganlah kita pernah memandang apa yang kita kerjakan dalam kristus, dan biaralah itu menjadi sebuah kerelaan hati kita untuk melakukan kesemua orang.

Jadilah alat yang berguna dan bermanfaat kepada semua orang, bukan menjadi batu sandungan kepada orang lain atau menunggu orang lain menjadi alat.

Kategori
Uncategorized

CUBITAN CINTA

Ditulis Oleh : Adiman Hulu

.

.

.

.

Pembacaan Alkitab : Galatia 4 : 16

.

.

.

.

“Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?”

.

.

.

.

Saat saya masih kecil, saya sering mendapat cubitan dari kedua orang tua saya. Sebagai seorang anak kecil, yang belum tahu membedakan mana yang baik dan yang jahat, saya berpikir kalau cubitan yang diberikan oleh kedua orang tua itu, didasarkan atas dasar adanya rasa benci mereka terhadap saya (pikir saya, karena terasa sakit). Namun, setelah saya beranjak dewasa, saya baru memahami bahwa cubitan yang diberikan kedua orang tua saya selama ini bertujuan untuk mengubah perilaku saya, dari yang tidak baik menjadi baik.

.

.

Berdasarkan pengalaman tersebut, saya menyimpulkan bahwa cubitan adalah sebuah tindakan mencubit yang bertujuan untuk menegur atau mengoreksi tingkah laku seseorang, yang di anggap salah/tidak benar. Dalam pembacaan firman Tuhan hari ini, rasul Paulus memberikan sebuah koreksi kepada kehidupan jemaat-jemaat yang ada di Galatia. Koreksi yang disampaikan oleh rasul Paulus bukanlah sebuah koreksi yang didasarkan atas rasa benci, melainkan koreksi yang di penuhi dengan cinta, agar jemaat-jemaat yang ada di Galatia kembali kepada iman mereka yang semula, yakni iman kepada Yesus Kristus.

.

.

Namun, respon jemaat-jemaat Galatia terhadap cubitan cinta yang disampaikan oleh rasul Paulus sangatlah tidak baik. Mereka justru menunjukkan sikap kebencian, permusuhan dan tidak senang terhadap rasul Paulus (ayat nats). Kehidupan orang percaya saat ini juga tidak terlepas dengan yang namanya koreksi (baik kita yang mengoreksi orang lain, maupun kita yang di koreksi oleh orang lain).

.

.

Ada dua poin penting yang harus kita ketahui bersama, supaya kita dapat memberikan cubitan cinta kepada orang lain dengan benar dan menerima cubitan cinta dari orang lain untuk mengubah hidup kita menjadi lebih baik.

.

.

  • Mengoreksi Diri Sendiri Sebelum Mengoreksi Diri Orang Lain

Artinya, sebelum kita mengoreksi orang lain, hendaklah kita mengoreksi diri kita terlebih dahulu. Sebagai orang percaya, hendaklah kita menjadikan diri kita terlebih dahulu sebagai teladan yang baik, yakni dengan menerapkan hal-hal yang benar dalam kehidupan kita. Karena pada dasarnya, koreksi yang kita sampaikan kepada orang lain akan sia-sia (tidak berdampak pada perubahan yang baik), jika hidup kita sendiri tidak benar.

“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui” ( Matius 7:3 )

.

.

  • Menerima Koreksi Dari Orang Lain, Dengan Bijak

Artinya, sebagai orang percaya, hendaklah kita merespon segala sesuatu dengan bijak, tidak menerima secara mentah-mentah, melainkan menganalisa setiap koreksi tersebut, apakah benar atau tidak, apakah sesuai dengan standar iman percaya kita atau tidak. Jika kita di koreksi, anggaplah itu sebagai sebuah ujian, yang bertujuan untuk mendewasakan iman kita dalam Kristus Yesus.

“Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi” ( Amsal 15:32 )

.

.

”JIKA CUBITAN CINTA MEMBERI RASA SAKIT PADA DIRIMU, BIARLAH PERUBAHAN BAIK DARIMU,  SENANTIASA MENYENANGKAN HATI TUHAN”

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email