Kategori
Uncategorized

TUHAN KU LEBIH BESAR DARI MASALAH KU

Ditulis Oleh : Sdri. Lesnia Lombu, S.Th.

.

.

Pembacaan Alkitab : 1 SAMUEL 17 : 45-47

.

.

.

.

. . . . Dalam pembacaan Firman Tuhan kitab 1 Samuel ini khsusnya dalam pasal 17, jika kita membaca secara keseluruhan, pasal ini menceritakan bagaimana Goliat menantang barisan Israel untuk berperang. Ketika melihat tindakan Goliat yang meminta seorang dari barisan Israel untuk melawan dia, Saul yang pada saat itu adalah seorang raja merasa gentar dan takut bahkan dalam ayat 11 disana dituliskan bahwa “Saul dan segenap orang Israel merasa cemas hati dan sangat ketakutan” karena perkataan dari orang Filistin itu.

.

.

. . . . Dalam permasalahan yang terjadi pada saat itu ada pelajaran yang akan kita ambil dari seorang Daud. Ditengah ketakutan Raja Saul dan  seluruh bangsa Israel Daud maju menjadi seorang yang berani menerima tantangan dari Goliat. Dari tindakan Daud ini kita akan mempelajari bagaimana Daud memandang dan menyelesaikan sebuah masalah yang dihadapinya.

.

.

  1. . . Tidak mundur atau lari dari masalah
    .
    .

    . . Dalam Ayat 32 Daud berkata kepada Saul “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu”. Pada saat itu Daud mengatakan hal tersebut dalam kondisi sadar, Daud tau siapa yang akan dia hadapi yaitu Goliat seorang yang memiliki postur tubuh yang besar, dalam Ayat 4-5 mencatat bahwa Goliat adalah seorang pendekar, lengkap dengan perlengkapan perang, bahkan tingginya adalah 6 hasta sejengkal kira-kira 3,2 meter.
    .
    . . Namun Daud tidak mundur meskipun Daud tau bahwa orang yang akan dia hadapi bukanlah seseorang yang mudah untuk dikalahkan. Dalam kehidupan kita sebagai orang percaya Daud memberikan teladan dalam hal ini, jangan pernah kita mundur bahkan lari dari berbagai masalah yang kita hadapi bahkan ketika kita tau bahwa masalah itu bukanlah masalah yang mudah diselesaikan.
    .
    .
  2. . . Menghadapi Permasalahan Bersama Dengan Tuhan
    .
    . . Ketika Goliat menantang barisan Israel, Goliat diperlengkapi dengan perlengkapan perang, yaitu dengan (pedang, tombak dan lembing). Namun bagaimana reaksi seorang Daud dengan hal tersebut, Daud sama skali tidak merasa takut bahkan Daud dengan penuh keberanian dalam ayat 45 mengatakan “Tetapi Daud mengatakan kepada orang Filistin itu, Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendaatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah dari segala barisan Israel yang kau tantang itu”.
    .
    .

    . . Daud menghadapi masalah yang ada dihadapannya bersama dengan Tuhan. Daud tidak fokus pada tingginya badan seorang Goliat, tidak fokus pada perlengkapan perang seorang lawannya. Tetapi Daud Fokus kepada bersama siapa dia akan menghadapi masalah yang ada dihadapannya. Disini kita belajar bahwa tidak peduli sebesar apa masalah, tantangan yang ada dalam jalan kehidupan kita, sebagai orang percaya kita semestinya fokus bersama siapa kita menghadapi setiap tantangan dan permasalahan hidup kita.
    .
    .
  3.  . . Kemenangan Ada Dipihak Orang Percaya
    .
    . . Ending dari ketidak gentaran Daud, ketika menghadapi masalah yaitu seorang Goliat, dia memperoleh kemenangan. Ayat 50, menuliskan Daud mengalahkan Goliat dengan umban dan batu, Daud membunuhnya tanpa pedang ditangan, bahkan Daud mempermalukan barisan orang Filistin. ini adalah satu bukti bahwa kemenangan selalu ada dipihak orang percaya. Daud menjadi seorang pemenang dalam sebuah pertarungan melawan orang yang tidak mudah dikalahkan. Saat ini kitapun harus percaya bahwa kita menjadi seorang pemenang dalam menghadapi setiap tantangan atau permasalahan hidup yang saat ini kita hadapi selipun masalah yang ada bukanlah masalah yang mudah untuk diselesaikan.

.

.

. . . . Demikian kebenaran Firman Tuhan, yang menjadi renungan kita sebagai orang-orang percaya.

.

.

Pesan akhir: Mari kita sebagai orang percaya maju menghadapi setiap masalah yang ada, menghadapinya bersama dengan Tuhan semesta alam, dan percaya bahwa kita adalah orang-orang yang lebih dari pemenang. sehingga kita mampu mengatakan “Tuhan ku lebih besar dari masalah ku”.

Tuhan Yesus memberkati, Amin

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email