Kategori
Uncategorized

KEHILANGAN KASIH SEMULA

Ditulis Oleh : ADIMAN HULU

.

.

Pembacaan Alkitab : Wahyu 2 : 1-7

.

.

“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula”  Wahyu 2:4

.

.

.

.

. . . . Efesus merupakan kota Yunani Kuno. Seiring berjalannya waktu, Efesus menjadi sebuah kota di Romawi, yakni di pesisir Barat Asia Kecil. Selama bertahun-tahun masa pemerintahan Romawi, kota Efesus tercatat menjadi kota kedua terbesar di Romawi, setelah Roma. Kedatangan Paulus yang pertama di Efesus (Kis 18:19-21) merupakan langkah awal dalam mendirikan sebuah jemaat disana. Sekalipun banyak tantangan, Paulus pada kedatangannya yang kedua di Efesus, berhasil membangun sebuah gereja disana.

.

.

. . . . Awalnya, Jemaat di Efesus sangatlah bersemangat dan bertekun dalam melakukan pekerjaan Tuhan (Why 2:2-3). Namun, pada masa pemerintahan kaisar Domitianus (81-96 M), orang Kristen mengalami penganiayaan dan penderitaan yang begitu hebat, (termasuk Jemaat di Efesus). Keadaan Jemaat di Efesus pun berubah, dimana yang dulunya bersemangat dan bertekun dalam melakukan pekerjaan Tuhan, kini melakukannya hanya sebatas pemenuhan tugas pelayanan  di Gereja saja. Dalam hal ini Jemaat di Efesus meninggalkan kasih semula mereka (ayat nats).

.

.

. . . . Kata “semula” dalam bahasa Yunani ialah “πρωτος” (protos) menunjukkan waktu artinya “semula”, menunjukkan status artinya “tertinggi”, menunjukkan urutan artinya “pertama”. Jadi, kasih semula yang dimaksud adalah kasih yang pertama/kasih yang terdahulu (first love).

.

.

. . . . Kasih semula yang hilang di Jemaat Efesus mencakup dua hal, yakni:

.

  • . . Kasih persaudaraan, artinya dalam Jemaat di Efesus terdapat sikap suka saling mencela satu dengan yang lain dan terpecah-pecah dalam jemaat.
  • . .Kasih kepada Allah, artinya jerih payah dan ketekunan Jemaat di Efesus dalam melakukan pekerjaan Tuhan, berubah dimana Jemaat di Efesus melakukannya hanya sebatas pemenuhan tugas pelayanan di Gereja saja (bukan dari hati).

.

.

. . . . Belajar dari Jemaat di Efesus, sebagai orang percaya kita harus bisa mempertahankan iman kita dalam Kristus, apapun keadaannya. Melakukan setiap  pelayanan atas dasar kasih kepada Allah. Tuhan tidak berkenan atas pelayanan yang dilakukan sebatas rutinitas atau formalitas pemenuhan tugas, tetapi Tuhan berkenan atas pelayanan yang berasal dari hati, yaitu kerinduan untuk melayani Dia.

.

.

“SEBAGAIMANA KASIH TUHAN TIDAK BERKESUDAHAN BAGI UMATNYA, DEMIKIANLAH HARAPAN TUHAN KEPADA ORANG-ORANG PERCAYA, AGAR MENGASIHI-NYA DENGAN KASIH YANG TIDAK BERUBAH-UBAH”

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email