Kategori
Uncategorized

Kebangkitan Kristus Memberi Pengharapan

Ditulis Oleh : Pdt. Erik Kristovel, S.Th.

.

.

Pembacaan Alkitab : 1 Ptr 1:3-5

.

.

.

.

 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan (1 Ptr. 1:3)

.

.

.

.

Bagaimana jika Kristus tidak pernah lahir ke dunia berinkarnasi menjadi manusia. Bagaimana jika Kristus tidak pernah mati bagi kita menebus kita dari dosa. Bagaimana jika Kristus tidak pernah bangkita? Apa yang akan terjadi pada manusia? Mungkin kitab Taurat diberikan. Petunjuk hidup yang berkenan pada Allah diberikan. Kita bisa berbuat baik. Tetapi apa yang akan menjadi akhir dari kehidupan manusia? Bisakah kita masuk surga dengan semua itu?

.

.

Tanpa Kristus maka tidak ada pengharapan bagi manusia. Kita hidup dalam ketidakpastian. Kita tidak tahu kita akan kemana. Kematian menjadi sesuatu yang sangat menakutkan. Kita seperti anak ayam yang kehilangan induk. Kita kebingungan dan tidak memiliki pegangan.

.

.

Karena itu kita semua membutuhkan Kristus. Tanpa Kristus semua menjadi sia-sia. Melalu kebangkitan Kristus, kita memiliki pengharapan hidup. Kristuslah menjadi alasan sukacita kita, kekuatan kita, semangat kita, dan seluruh pikiran dan tindakan kita.

.

.

Ada 3 hal yang bisa kita lihat dari Kebangkitan Kristus yang memberi harapan:

.

.

  1. Harapan hidup baru (ay. 3). Rasa syukur yang diungkapkan Petrus dalam ayat 3 dilandasi oleh rahmat Tuhan yang memberikan kita kehidupan yang kekal. Pengharapan untuk hidup kekal dimulai dari kelahiran kembali. Dengan Kristus dibangkitkan maka kita semua memiliki kehidupan yang baru. Kelahiran kembali adalah karya Allah (ay. 3) Hal ini dikuatkan juga dalam Yoh. 1:13; Yak. 1:18. Dengan kata lain juga merupakan karya Roh Kudus (Yoh. 3:15); Terjadi melalui firman kebenaran (Yak. 1:18; 1 Ptr. 1:23); Dilahirkan ke dalam kebenaran (1 Yoh. 2:29; 3:9; 5:18); Dilahirkan untuk mengasihi (1 Yoh. 4:7); Dilahirkan untuk mengalami kemenangan (1 Yoh. 5:4); Dan dari sana kita memperoleh pengharapan untuk hidup kekal (1 Ptr. 1:3). Yesus berkata bahwa seseorang yang tidak dilahirkan kembali tidak akan melihat Kerajaan Allah (Yoh. 3:3).

    .

    .

  2. Memperoleh warisan (ay. 4). Kata ‘bagian’ dalam bahasa Yunani klēronomia yang dalam septuaginta (Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani) menunjuk pada Tanah Kanaan yaitu Tanah Perjanjian. Tanah yang diwariskkan kepada bangsa Israel yang merupakan milik pusaka. Dalam terjemahan NIV disebut your inheritance yang berarti ‘warisanmu’. Sehingga kita disebut sebagai warga Kerajaan Allah (2 Tes. 1:5). Warisan yang kita peroleh adalah sesuatu tidak dapat binasa yakni tidak bisa dihancurkan atau diporakporandakan; Warisan kita juga adalah sesuatu yang tidak cemar atau tidak najis karena dosa seperti Palestina yang dicemari dengan praktek penyembahan berhala; dan bahkan tidak layu yakni tidak mengalami perubahan dan kebusukan. Warisan ini tentu saja kita peroleh ketika kita masuk sorga.

    .

    .

  3. Dipelihara dalam kekuatan Allah (ay. 5). Kata ‘dipelihara’ yang dipergunakan oleh rasul Petrus adalah frourein yang dalam NIV berarti protected. Kata ini merupakan istilah militer yang menunjuk pada tindakan tentara yang menjaga kota/benteng. Artinya Allah membentengi kita disepanjang hari kita. Secara status kita sudah diselamatkan dalam iman kita kepada Kristus. Tetapi, kita masih ada di dunia. Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jadi, selama kita di dunia, kita dimurnikan oleh Allah dalam bentuk ‘pengudusan’. Dalam ‘pengudusan’ ini kita akan mengalami banyak sekali penderitaan. Ayat 6 menunjukkan penderitaan itu. Namun, dibalik setiap penderitaan dan pencobaan yang kita alami, Allah membentengi kita sehingga kita mampu bertahan dan menyelesaikan semua penderitaan kita. Maka benarlah dalam Yoh. 10:27-29 yang menyatakan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa merebut kita karena kita berada di tangan Yesus dan Bapa. Siapakah yang bisa memisahkan kita dari Kristus? Anaiya? Pencobaan? Kuasa-kuasa yang terlihat atau tidak terlihat? Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristu (Rm 8:35-39). Karena itu sebagai orang Kristen kita punya kepastian jaminan keselamatan. Bukan karena kita berpikir kita sanggup bertahan tetapi karena Tuhan yang memampukan kita. Saat kita berpikir kita kuat, hati-hati agar kita tidak jatuh (1 Kor. 10:12). Kita jangan berpikir kita kuat. Kita jangan naïf dan berpikir kita mampu menghadapi pencobaan. Sebab tanpa Tuhan kita pasti jatuh.

    .

    .

Kristus sudah bangkit. Kita akhirnya memiliki pengharapan. Titik pengharapan kita dimulai dari Kelahiran kita kembali. Tetapi, itu belum selesai. Allah terus menguduskan kita dengan memperbaiki kehidupan kita sepanjang hidup kita. Namun jangan takut. Allah akan memampukan kita menghadapi semua cobaan dan penderitaan yang kita almi. Karena itu bersandarlah pada Allah. Lakukanlah perbuatan benar sebagai buah dari kelahiran kembali. Jangan takabur dengan berpikir kita mampu tanpa Tuhan sehngga kita jatuh. Ingat janji Tuhan yang merupakan warisan kita dan berbahagialah menantikannya. Paulus berkata bahwa kemuliaan yang kita akan peroleh tidak akan bisa dibandingkan dengan penderitaan yang sekarang kita alami (Rm 8:18). Tuhan memberkati kita. Amin.

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email